Laporan Wartawan , Septiana Ayu Lestari
, SRAGEN - Empat orang yang ditangkap Satreskrim Polres Sragen berencana menjual truk beserta isinya, yang telah mereka gelapkan.
Kapolres Sragen, AKBP Petrus Parningotan Silalahi mengatakan satu unit truk bernomor polisi B 9084 FXX dan ribuan dus makanan ringan serta ribuan botol minuman bersoda sudah ditawarkan ke orang lain.
Namun, tawaran para pelaku ditolak, dan belum sempat terjual, mereka malah mendekam di penjara.
"Rencana mereka, truk akan dijual Rp 100.000.000, barang muatan akan dijual dengan harga Rp 100.000 per dus," katanya kepada , Senin (21/4/2025).
"Namun, truk dan barang muatan belum sempat berpindah tangan, tapi mereka sudah sempat menawarkan barang tersebut kepada orang-orang," sambungnya.
Diketahui, empat pelaku berinisial JJ (29), MRP (22), RM (30), dan NIH (33).
AKBP Petrus mengatakan aksi itu dilakukan para pelaku, karena motif ekonomi.
Yang berawal ketika pelaku JJ mengeluhkan tengah menghadapi masalah ekonomi.
Sekaligus perusahaan tempatnya bekerja, yakni perusahaan jasa transportasi telat membayarkan gaji.
"JJ sudah bekerja selama satu tahun, menurut keterangannya, niatnya timbul karena kesulitan ekonomi, perusahaan selalu telat bayar gaji, dia mengajukan kredit untuk membeli HP namun belum disetujui," terangnya.
Nantinya, uang hasil penjualan truk dan makanan ringan serta minuman bersoda hasil penggelapan akan mereka bagi rata.
JJ mengakui bahwa ia melakukan aksi tersebut karena terjerat masalah ekonomi.
"Karena gaji sering telat, dan tidak dikasih kredit beli HP," ujar JJ.
Sementara itu, NIH sempat menawarkan truk tersebut ke kakaknya.
Namun, kakak NIH menolak karena tahu truk tersebut milik perusahaan.
"Sempat menawarkan truk ke kakak, tapi tidak mau, dengan alasan truk milik PT, kalau boks belum ditawarkan," jelasnya.
MRP mengakui bahwa ia berencana menjual makanan ringan hasil penggelapan ke wilayah Kabupaten Grobogan.
"Rencana mau dijual ke Purwodadi, tapi belum terjual." kata MRP.
(*)
Posting Komentar untuk "Truk Beserta Makanan dan Minuman Digelapkan Warga Sragen Hampir Terjual,Truk Ditawarkan Rp 100 Juta"